Pepatah jawa mengibaratkan "loro watuk gampang tambanane nangin loro watak angel usadanane" yang maksudnya kurang lebih begini "sakit batuk itu mudah penyembuhannya tetapi tabiat negatif tidaklah mudah untuk dirubah "... Pepatah jawa ini sebenarnya mensejajarkan antara penyakit dan tabiat negatif itu satu sekutu yang sama-sama menjadi kendala untuk dicegah dan diobati dalam peri kehidupan manusia didunia ini...
Kata yang berkonotasi negatif direpublik ini juga penah dijadikan bahan mengagitasi masa untuk bergerak guna melawan sebuh resim yang telah berkuasa selama 30 tahun lamanya... Kata agitasi tadi jelas bukan menggambarkan sebuah watak atau tabiat dari bangsa ini tetapi anehnya selama15 tahun sudah bangsa ini melawan penyakit tersebut dengan hasil terapi pengobatannya masih jauh dari harap walaupun untuk indikasi tertentu sudah menunjukan kearah yang lebih baik... Tabiat negatif itu benarkah telah menjadi sah milik kita jika kita merujuk pada pepatah Jawa diatas...
Seperti nasehat Imam Ali KW bahwa tabiat itu terbentuk dari kemampuan akal sedangkan kemampuan akal diperoleh dari hikmah yang dikolaborasikan dengan qalbu untuk menformulasikan hikmah tersebut guna menguatkan akal dan qalbu demi kehidupan manusia yang diharapkan semakin membaik....
Itulah gambaran rekayasa watak atau tabiat seseorang, dua hal yang dijadikan kunci pertama adalah olah akal dan yang kedua olah hati atau qalbu... Jika segenap komponen bangsa ini tidak secara terus menerus mengusahakan mengolah akal dan qalbu para warga negaranya maka jika kelak kita jadi negara besar dan makmur, kemungkinan yang terjadi kita tidak akan bahagia secara utuh...
Sesuatu yang dekat dengan penyakit watak dalam ikatan perkawinan suami istri adalah perselingkuhan... dalam KBBI kata selingkuh diartikan sebagai :
1. suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong;
2. suka menggelapkan uang; korup;
3. suka menyeleweng;
Ada satu kata yang dijadikan sinonim kata perselingkuhan yaitu serong... dalam KBBI serong diartikan sebagai berikut :
1. tidak lurus (tt arah); menyimpang dr garis (arah) yg lurus; menyudut (tidak merupakan siku-siku); mencong: tulisannya -- sedikit;
2. tidak sebagaimana mestinya; menyimpang dr arah yg lurus: berjalan --;
3. ki curang; tidak lurus hati; tidak jujur: berbuat (berlaku) --; siapa yg -- ketahuan juga akhirnya;
4. ki tidak setia; tidak tulus hati: berbuat -- dl perkawinan adalah perbuatan yg tidak terpuji;
Perselingkuhan yang disinonimkan dengan kata serong juga terlihat jelas sisi negatifnya dari makna serong, pada intinya perbuatan serong dan selingkuh adalah perbuatan yang keluar dari garis lurus yang dilakukan secara sembunyi sembunyi sebagai sumpah janji seseorang pada pihak lain dalam hal ini bisa istri, suami ataupun yang lainnya...
Jika watak selingkuh telah tumbuh dan mengakar kuat maka tinggalah kita menunggu kehancuran sebuah tatanan kehidupan yang telah kita usahakan... Dalam hubungannya menjaga nazab atau keturunan kita dari fitnah yaitu dengan cara menghindari perbuatan zina. Kenapa nazab atau keturunan perlu dijaga karena didalam filosofi dasar syariat islam kejelasan nazab atau pertalian darah menentukan sah tidaknya sebuah syariat dijalankan.
Seperti yang telah kita saksikan dan pelajari bahwasanya moralitas islam yang diajarkan sangat mengharapkan terbentuknya tatanan masyarakat yang benar-benar harus meniggalkan prilaku-prilaku yang bertabiat negative seperti yang saya utarakan diatas.
Mudah dituliskan bukan…?
Yogyakarta, 18.06.2013
Nb. Dirgahayu buat Bundanya Al Dzul & “Dhea”
