Selasa, 18 Juni 2013

Sinonim Selingkuh

Pepatah jawa mengibaratkan "loro watuk gampang tambanane nangin loro watak angel usadanane" yang maksudnya kurang lebih begini "sakit batuk itu mudah penyembuhannya tetapi tabiat negatif tidaklah mudah untuk dirubah "... Pepatah jawa ini sebenarnya mensejajarkan antara penyakit dan tabiat negatif itu satu sekutu yang sama-sama menjadi kendala untuk dicegah dan diobati dalam peri kehidupan manusia didunia ini...

Kata yang berkonotasi negatif direpublik ini juga penah dijadikan bahan mengagitasi masa untuk bergerak guna melawan sebuh resim yang telah berkuasa selama 30 tahun lamanya... Kata agitasi tadi jelas bukan menggambarkan sebuah watak atau tabiat dari bangsa ini tetapi anehnya selama15 tahun sudah bangsa ini melawan penyakit tersebut dengan hasil terapi pengobatannya masih jauh dari harap walaupun untuk indikasi tertentu sudah menunjukan kearah yang lebih baik... Tabiat negatif itu benarkah telah menjadi sah milik kita jika kita merujuk pada pepatah Jawa diatas...

Seperti nasehat Imam Ali KW bahwa tabiat itu terbentuk dari kemampuan akal sedangkan kemampuan akal diperoleh dari hikmah yang dikolaborasikan dengan qalbu untuk menformulasikan hikmah tersebut guna menguatkan akal dan qalbu demi kehidupan manusia yang diharapkan semakin membaik....

Itulah gambaran rekayasa watak atau tabiat seseorang, dua hal yang dijadikan kunci pertama adalah olah akal dan yang kedua olah hati atau qalbu... Jika segenap komponen bangsa ini tidak secara terus menerus mengusahakan mengolah akal dan qalbu para warga negaranya maka jika kelak kita jadi negara besar dan makmur, kemungkinan yang terjadi kita tidak akan bahagia secara utuh...

Sesuatu yang dekat dengan penyakit watak dalam ikatan perkawinan suami istri adalah perselingkuhan... dalam KBBI kata selingkuh diartikan sebagai :

1. suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong;

2. suka menggelapkan uang; korup;

3. suka menyeleweng;

Ada satu kata yang dijadikan sinonim kata perselingkuhan yaitu serong... dalam KBBI serong diartikan sebagai berikut :

1. tidak lurus (tt arah); menyimpang dr garis (arah) yg lurus; menyudut (tidak merupakan siku-siku); mencong: tulisannya -- sedikit;

2. tidak sebagaimana mestinya; menyimpang dr arah yg lurus: berjalan --;

3. ki curang; tidak lurus hati; tidak jujur: berbuat (berlaku) --; siapa yg -- ketahuan juga akhirnya;

4. ki tidak setia; tidak tulus hati: berbuat -- dl perkawinan adalah perbuatan yg tidak terpuji;

Perselingkuhan yang disinonimkan dengan kata serong juga terlihat jelas sisi negatifnya dari makna serong, pada intinya perbuatan serong dan selingkuh adalah perbuatan yang keluar dari garis lurus yang dilakukan secara sembunyi sembunyi sebagai sumpah janji seseorang pada pihak lain dalam hal ini bisa istri, suami ataupun yang lainnya...

Jika watak selingkuh telah tumbuh dan mengakar kuat maka tinggalah kita menunggu kehancuran sebuah tatanan kehidupan yang telah kita usahakan... Dalam hubungannya menjaga nazab atau keturunan kita dari fitnah yaitu dengan cara menghindari perbuatan zina. Kenapa nazab atau keturunan perlu dijaga karena didalam filosofi dasar syariat islam kejelasan nazab atau pertalian darah menentukan sah tidaknya sebuah syariat dijalankan.

Seperti yang telah kita saksikan dan pelajari bahwasanya moralitas islam yang diajarkan sangat mengharapkan terbentuknya tatanan masyarakat yang benar-benar harus meniggalkan prilaku-prilaku yang bertabiat negative seperti yang saya utarakan diatas.

Mudah dituliskan bukan…?

Yogyakarta, 18.06.2013

Nb. Dirgahayu buat Bundanya Al Dzul & “Dhea”

Jumat, 14 Juni 2013

Massa Dekat

Joko Widodo adalah sang fonemena, ini berkaitan pendekatan seorang pemimpin birokrasi pemerintahan dalam menjalankan segala hal pembangunan yang menjadi tanggungjawabnya, dan kunci dari fonemena itu adalah kemampuan dia membuat pola relasi kedekatan komunikasi birokrasi dengan warga. Pola lama pendekatan pembangunan yang bersentuhan langsung dengan warga jamak dijalankan dengan kekerasan dan minimnya dialoge. Di tangan Joko Widodo warga dirangkul dengan pendekatan komunikasi yang cair dan tidak dikesankan sebagai biang masalah tetapi dimasukan dalam kesadaran bagian solusi pembangunan.

Pada masa kampanye pemilu kada DKI 2012 yang lalu, JokoWidodo muncul tiba-tiba dalam benak dan kesadaran masyarakat tidak hanya yang ada di DKI tetapi juga menyasar kepenjuru pelosok nusantara. Ibarat seorang petarung, Joko Widodo tidaklah muncul dengan sendirinya dipentas nasional (dengan asumsi DKI sebagai daerah dengan ikon nasional) tetapi dia membutuhkan promotor dan sponsor untuk bisa mencuat kepermukaan tak ubanya seorang petinju profesional, selain itu tentu saja rekam jejak kepemimpinannya di Kota Surakart sudah terbukti sehingga promotor dan sponsor tertarik pada beliau untuk mengorbitkan kejenjang nasional.

Banyak orang baik yang mendapati dirinya diberi kesempatan untuk menjadi manager pada sebuah birokrasi pemerintahan, yang kemudian tumbang dan tak berdaya menghadapi situasi karena sebuah relasi yang didasari pada keadaan belum tuntasnya kesadaran para birokrat tadi akan makna pelayanan dan hakekat mencari kemakmuran hidup.

Tidak hanya partikelir yang sudah seharusnya mencari untung atas apa yang mereka usahakan tetapi pola pikir birokrasi yang seharusnya menjadi pelayan tetapi dijangkiti penyakit colonial yaitu birokrasi adalah penguasa yang harus dilayani dan terkadang berpola piker mengambil margin dari apa yang dikerjakan. Birokrasi yang lama tersupensi virus ini maka orientasi dari pemerintahan dipastikan sudah tersesat. Standar moralitas yang tinggi dan bagaimana menjalankan sistem dengan moralitas itu tadi amat sangat dibutuhkan dan harus segera direalisasikan disetiap jajaran birokrasi pemerintahan direpublik ini.

Untuk mendongkrak moralitas seseorang tentunya terkait erat dengan bagaimana memakmurkannya, tak ubahnya birokrasi yang ada saat ini menjadikan mereka makmur dengan jalur yang sesuai dengan undang-undang adalah kunci utama dari sebuah moralitas birokrasi. Karena birokrasi hakekatnya adalah sebuah buruh yang bekerja untuk Negara maka filosofinya tetap sama yaitu sebagai seorang yang mencari penghidupan dengan melaksanakan hak dan kewajiban.

Tetapi permasalahan mendasar juga telah menjadi penyakit kronis direpublik ini, cara pandang dan kesadaran menjadi seorang buruh negara yang mempunyai kedudukan social dan kemapanan hidup kedepannya yang lebih baik, disamping itu gaya bekerja birokrasi kita terkesan dimasyarakat enak maka hal itu ikut mendorong munculnya kesadaran sesat itu dibenak seluruh tumpah darah Indonesia ini. Tidak bisa dipungkiri hal ini juga akhirnya menciptakan kondisi yang kemudian menimbulkan efek jahat bagi iklim bermasyarakat kita, misalnya orang muda lebih menginginkan dan berebut menjadi buruh negara dibandingkan menjadi partikelir, akhirnya muncul kebiasaan buruk beberapa tahun ini pasca reformasi yaitu segala hal ditempuh untuk mewujudkan impian menjadi buruh negara.

Inilah kunci Jokowi, kemampuan dia mengendalikan birokrasi dan ditambah pendekatan ke masyarakat yang amat cair memungkinkan dia untuk menjadi Walikota yang berhasil bila parapeternya dilihat dari hasil pimilukada walkot periode kedua yang memperoleh suara 90%an.

Yogyakarta, 14.06.2013

Rabu, 12 Juni 2013

Perwujudan Kesalehan

Dalam KBBI kata ter·tib diartikan sebagai berikut :
1. teratur; menurut aturan; rapi.
2. sopan; dng sepatutnya.
3. aturan; peraturan yg baik.

Sedangkan kata sa·leh dalam KBBI diartikan sebagai berikut :
1. taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah.
2. suci dan beriman.

Bila kita merujuk 2 kata diatas ada hal yang bisa kita simpulkan bahwa kedua kata diatas menunjuk 2 kata sifat yang memiliki pemaknaan hampir serupa, letak perbedaannya hanya pada penekanan dan label ibadah pada kata salehnya...

Kata ibadah dalam KBBI diartikan sebagai perbuatan untuk menyatakan bakti kpd Allah, yg didasari ketaatan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Dalam doktrin ajaran islam, ibadah itu sendiri adalah segala perbuatan yang kita kerjakan dan lakukan tanpa terkecuali. Islam sangat tegas dalam hal ini tidak ada perbuatan satupun yang bisa dilepaskan dalam konteks ibadah itu tadi... maka dalam sejarah pemikiran islam yang telah berjalan 1400 tahun tak ada satupun pemikir islam atau konseptor modernisme islam yang memisah misahkan prilaku umat islam sesuai kebutuhan dunia dan kebutuhan akhirat... kerangka prilaku dan perbuatan umat islam hanya satu didedikasikan untuk ibadah kepada Allah SWT...

Kesalehan Sosial

Sebuah negara yang oleh masyarakatnya mengenalkan diri sebagai  negara hukum, maka 2 kosa kata ter-tib dan sa-leh amat sangat dibutuhkan guna mengidentifikasi sebuah prilaku yang dilakukan, prilaku yang harus dilakukan atau prilaku yang telah dilakukan oleh anggota masyarakatnya.

Didalam hukum tertulis yang kemudian kita kenal dengan undang-undang maka guna keperluan penegakan undang-undang itu sendiri dan demi terciptanya tatanan masyarakat karena diberlakukannya undang-undang tersebut maka seperangkat norma - norma hukum dibuat dan diberlakukan... dan kata-kata adalah bagian dari perangkat norma hukum karena hukum tertulis dibuat dengan kata yang didalamnya mengandung tafsir atau penjelasan guna memastikan kata tersebut dipahami dan dimaknai sesuai maksud dari dibuatnya undang-undang tadi...

Undang-undang sebagai jaminan untuk mewujudkan tatanan kesalehan sosial... ketika seluruh anggota masyarakat sudah taat pada aturan yang berlaku maka disitu terciptalah masyarakat saleh...

Tertib adalah tabiat/karakter dari orang soleh

Sebagai orang jawa mengenal sebuah tradisi berebut berkah yaitu ketika upacara - upacara diadakan oleh kraton jawa.. lautan manusia saling bjawaerebut gunungan makanan atau air bekas cucian pusaka kraton... acara ini mungkin sudah berjalan ratusan tahun selama tradisi itu ada... kita tanpa sadar dibudayakan untuk saling berebut antara satu dengan yang lainnya... alhamdulillahnya sampai saat ini belum ada korban jiwa karena orang-orang ini berebut berkah tadi...

Membentuk masyarakat yang tertib seharusnya dibiasakan dari hal-hal yang kecil, tidak mungkin kita akan menuju masyarakat yang beradab tanpa membuang kebiasaan yang bertentangan dengan semangat ketertiban dan kesalehan sosial tadi... tapi anehnya tradisi tadi diperlihatkan dilingkungan masjid yang dalam hal ini mewakili eksistensi islam itu sendiri yang jelas - jelas mengajarkan prilaku saleh dengan jalan hidup dan berprilaku dalam kerangka ketertiban tadi...

Karena pembentukan karakter baik merupaka cita-cita bersama dari masyarakat yang mendambakan kehidupan sejahtera dunia dan bahagia akhirat maka kesimpulannya adalah memulainya dari bagaimana menjadi pribadi yang tertib hukum dan norma yang berlaku bagi kita...

KARENA TUHAN BERSAMA ORANG TERTIB.... mudah dikatakan bukan...?

Yogyakarta, 12062013

Selasa, 11 Juni 2013

Madu Racun

Ilmu itu ibarat makanan buat jiwa kita, kemudian berlaku proses metabolisme akal didalamnya yaitu ketika masuk kedalalam sistem percernaan akal maka dia harus dicerna secara mekanik dan kimiawi. Dari proses tersebut menghasilkan sari pati ilmu yang berguna bagi jati diri dan yang tidak berguna dikeluarkan menjadi ilmu lagi buat mikroba dan makluk hidup lainnya.

Jadi dalam mencari ilmu, sebaiknya kita memastikan ilmu itu bisa dicerna oleh metabolisme akal kita tidak, misalkan bisa dikomunikasikan pada orang lain, bisa dikonfirmasi kebenarannya, ada rujukan sumbernya dan bisa menghasilkan manfaatnya. Hal ini adalah bagian penting dari memastikan ilmu tadi bisa diproses dalam sistem metabolisme akal kita tidak.

Jikalau kita mengetahui ilmu tersebut dilarang dibagikan pada orang lain dan hanya buat diri kita sendiri, kebenarannya disangsikan karena dari orang yang suka berdusta, rujukannya dari orang atau pihak yang pernah berpekara dan kemungkinan manfaatnya tidak ada buat kita maka alangkah baiknya kita menolaknya, karena saya pastikan ilmu tadi akan menjadi racun dalam jiwa kita, karena sistem metabolisme ilmu dalam tubuh kita tidak mencernanya dengan baik sehingga hanya menghasilkan racun yang bisa-bisa merusak organ metabolisme kita.
Yogyakarta, 11062013

Nafsunya nafsu

Kemungkinan besar semua orang beranggapan bahwa keberlanjutan tatanan bermasyarakat tidak bisa dilepaskan dari sosok penguasa, walhasil kebisingan dan kegaduhan tak jarang mengiringi pra maupun pasca suksesi penguasa dalam sebuah masyarakat, inilah bukti nyata bahwa sejak jaman dahulu sampai hari ini sosok penguasa menjadi daya magnet untuk diperebutkan oleh orang perorang maupun kelompok orang, dalam benak mereka sudah sejak jaman purba dulu terkooptasi dengan sindrom penguasa. Anggapan bahwa keberhasilan dalam merebut pucuk kekuasaan akan semakin menguatkan supremasi dan identitas akan jati diri, juga menjadi motivai utama seseorang atau kelompok orang untuk melancarkan agitas, rekayasa dan spionase guna mencapai tujuannya tersebut.

Tidak ada yang salah sebenarnya dengan apa yang disebut dengan perebutan kekuasaan dan kepemimpinan, pelegalan sebuah perebutan kekuasaan dan kepemimpinan yang diatur dalam sebuah kesepakatan-kesepakatan sebenarnya erat terkait dengan agenda yang lebih besar dari pada sekedar perebutan kekuasaan dan pucuk pimpinan tadi. Disamping agenda keberlanjutan, kekuasaan juga menjadi mesin yang effektif untuk terhancurkannya tatanan masyarakat tadi karena kegagalan para penguasanya, semakin cepat kehancuran masyarakat tadi dapat diindikasikan dari prilaku dan kemampuan sekelompok pemimpin yang mengendalikan sendi kehidupan dan tatanan masyarakat tersebut.

Prilaku penguasa tak bisa dipisahkan dengan prilaku keluarga dan orang – orang terdekatnya, kita pernah menemukan dan menyaksikan seorang penguasa yang selalu menampakan dirinya sebagai penguasa bersahaja, tetapi para penguasa itu melupakan anak – anak, kerabat dan prilaku keluarga orang – orang terdekatnya yang sudah jauh dari kebersahajaan yang selalu dupertontonkan oleh sang penguasa. Inilah pintu kehancuran yang dibuka oleh sang penguasa untuk di masuki sunah illahi.

Kekuasaan yang batasannya tidak terbatas kemudian akan membawa wabah malapetaka korupsi, dalam masa kekinian seiring pengalaman ribuan tahun hingga berdarah-darah dalam suksesi penguasa maka guna membatasi kekuasaan diadakanlah mekanisme pemilihan penguasa dan diberlakukan cara memilih penguasa yang lebih banyak melibatkan masyarakat. Ini bukan teori tunggal memang, ada sebagian masyarakat yang memberlakukan aturan yang lain, tetapi semestinya mereka sadar diri bahwa bahaya laten korupsi selalu mengintai dan siap menginfeksi kekuasaan tadi ketika tidak adanya mekanisme pemilihan dan tata cara pemilihan penguasa.

Mekanisme pemilihan penguasa adalah sebuah pengkaderan calon penguasa, siapa yang berhak mengusung kadernya dan pembuatan peraturan tata cara pemilihan penguasa. Lalu tata cara pemilihan penguasa adalah sekedar siapa yang berhak dipilih dan memilih.

Gambaran pemilihan penguasa dapat dirasakan dalam diri kita sendiri, manusia sebagai micro khosmos sebenarnya terdiri dari 2 (dua) elemen yang menghasilkan 2 (dua) kepribadian. Diri tersusun dari elemen ruh dan tubuh yang menghidupkan spirit, kemudian menghasilkan nafsu berkepribadian aluamah dan nafsu berkebribadian mutmainah. Nafsu yang terdiri dari dua hal ini yang akan dipilih oleh spirit untuk dijadikan sebagai penguasa diri kita. Kenyataan dari penguasa diri kita adalah prilaku atau perbuatan yang mewujud dalam keseharian kita.

Titik tolak diri adalah spirit, semakin kompeten spirit kita dalam memilih penguasa akan semakin bahagia hidup kita. Kasih sayang keluarga dan pengetahuan adalah ujung tombak dari pengkaderan spirit, kebisaan yang diperkenalkan kepada anak anak waktu kecil sangat berpengaruh pada kepribadian dan ideologi sang anak dikemudian hari. Kemampuan mecerna pengetahuan dan seberapa lapar anak tadi melahap ilmu pengetahuan adalah tahap selanjutnya guna memastikan proses pengkaderan spirit tadi sudah benar.

Tidak jarang juga spirit kita ini mencampur adukan diri kita diatara dua nafsu. Pencampuradukan ini biasanya dikarenakan kegagalan kasih sayang keluarga menjadikan sang anak berkepribadian kekeluargaan tetapi hanya berhasil menjadikan sang anak Singa lapar ketika melihat hewan ilmu pengetahuan. 

Siapa itu penguasa nafsu aluamah, yaitu nafsu yang menghendaki apa saja tanpa pernah paham datangnya sakit, beranggapan keadaan selalu baik-baik saja mendukung dirinya dan yang lebih celaka lagi nafsu ini buta tak mampu melihat kalender hari pembalasan. Anggapan ini juga ditafsirkan sebagai kesesatan nyata, karena matrial – matrial yang menyusun wujud benda mengenal masa pakai. Nafsu ada karena ruh menempati dan menyatu disebuah ruangan yang bersifat kebendaaan yaitu tubuh manusia.

Nafsu mutmainah adalah nafsu yang bekerja dalam kerangka sunah Illahi yaitu kepahaman bahwa elemen ruh dan elemen benda (tubuh) yang kemudian bercampur tadi menghasilkan nafsu adalah sunah yang disusun berdasarkan ilmu, nafsu yang mengenal perencanaan dalam bertindak, paham proses dan selalu meletakkan usahanya yang sungguh-sungguh itu diatas kesadaran Illahi, akhirnya kesemuanya itu menjadikan nafsu seperti tenangnya air di Telaga Biru.

Kemudian kebahagian selalu terpancar dari wajah seorang hamba yang menggenggam kepemimpinannya dalam kuasa nafsu mutmainah, ketenangan dan kebersahajaan selalu diwujudkan dengan senyuman dan tindakan nyata di keseharian.

Keluarga seyogyanya menjadi organisasi pengkaderan yang mula dan utama, mentranformasi dan mengenalkan cita cita masyarakat dari sini, dan sebuah keberhasilan keluarga menjadi organisasi pengkaderan baik buat kepala keluarga (bapak), manager rumah  tangga (ibu) dan anggota-anggotanya tidak hanya memudahkan menata masyarakat tadi tetapi cita cita keberlanjutan masyarakat tadi sudah tercapai dengan sendirinya.

Nilai prestisius dari penguasa tak layaknya hanya sebuah fatamorgana, sejatinya dalam diri kita masing-masing inilah nilai prestisius itu terletak. Pengakuan dari kelompok kita atau anggota masyarakat lainnya untuk menjadikan kita penguasa seharusnya dimulai dari kemampuan kita  mengelola kita sendiri. Pengakuan itu hanya perhiasa dunia saja selagi pengakuan itu akhirnya tidak datang sampai ujung kematian kita bukanlah sebuah perkara yang perlu disesalkan di hari pembalasan kelak.

MUDAH DITULIS BUKAN…?

Sultan Agung Yogyakarta, 15.10.2012

Senin, 10 Juni 2013

TABIAT

Manusia sering diidentikan menjadi mahluk lain karena sebuah tabiat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata tabiat diartikan sebagai berikut (1) perangai, watak, budi pekerti (2) perbuatan yang selalu dilakukan, kelakuan, tingkah laku.

Imam Ali KW menasehati bahwa yang mengatur dan mengontrol nafsu adalah akal, kemudian hal tersebut menjadi tabiat diri. Kemampuan akal diperoleh dari hikmah, akal menerima, mengolah dan membelajari hikmah bagaikan sebuah metabolisme tubuh dalam mengolah makanan. Seperti yang kita ketahui bahwa metabolisme makanan dalam tubuh ditopang oleh seperangkat alat pecernaan yang menghasilkan sari pati untuk kebutuhan tubuh kita secara keseluruhan.

Metabolisme hikmah ditopang oleh seperangkat akal dan kondisi lingkungan sekitar yang memungkinkan untuk mengolah hikmah. Karena didalam metabolisme hikmah tidak mungkin akal kita memperolehnya tanpa adanya interaksi dengan lingkungan sekitar kita.

Lingkungan yang mendukung sebuah proses metabolisme hikmah adalah lingkungan yang memungkinkan terjadinya tukar menukar informasi dan data. Sifat informasi dan data tersebut harus informative, datable. terbuka, egaliter, bisa dikonfirmasi sumbernya serta sejajar antara data yang satu dengan yang lainnya. Kemudian informasi dan data diolah melalui mesin musyawarah dan demokrasi yang bersifat akademis untuk di kesimpulankan menjadi hikmah baru yang berguna bagi peradaban dan tabiat manusia.

Tetapi perlu diketahui dalam proses penggalian hikmah oleh akal ini ada keterbatasannya. Hal ini telah menjadi takdir dari sang pencipta, tetapi Allah SWT dalam hal ini juga tidak mendefinisikan secara rinci dan detail tentang batas-batas akal tersebut, kita yang mempunyai akal tersebut dan kita yang diminta membuat batasan kemampuan akal kita tadi.

Kemampuan akal juga mengantarkan pada pemiliknya pada sebuah situasi dimana sebuah kejahatan bukanlah sebuah pilihan diantara pilihan-pilihan yang ada, seorang alim (pemilik akal) jika bertemu dengan situasi permusuhan dengan sesama alim bukan kerusakan yang akan ditimbuklan dari permusuhannya tersebut tetapi sebuah hikmah buat generasi setelahnya.

Seseorang yang sampai pada derajat berakal sempurna, dalam setiap agitasinya adalah perdamaian dan kesejahteraan yang selalu dipropagandakan. Akal telah membawa manusia pada kondisi dimana ketersediaan pilihan dan kebebasan memilih bukanlah muara terakir dari hakekat kemanusian seseorang.

Yogyakarta, 11062013

Senin, 03 Juni 2013

AKUN ANONIM

Media social di internet menjadi hiburan tersendiri bagi sebagian penduduk di muka bumi ini, tak terkecuali masyarakat kita yang mampu mengakses teknologi internet, hari  harinya bisa diwarnai dengan mendapatkan hiburan yang selalu tersaji digenggamannya lewat gadget. Tapi ibarat sebuah alat, hal tersebut amat sangat dipengaruhi oleh siapa yang menggunakannya, alat yang sebenarnya bisa digunakan untuk hiburan tadi berubah menjadi alat yang dapat membunuh karakter dan harkat martabat kemanusiaan.

Khusus masalah penyelewengan penggunaan media social ini sebenarnya berawal dari kebebasan yang ada dalam media social itu sendiri, karena untuk memiliki sebuah akun dimedia social, kontrolnya ada pada diri kita sendiri karena tidak adanya pengawas dalam pembuatannya sehingga prosedur yang bebas terbuka tersebut menjadikan diri kita bisa membuat lebih dari satu akun yang tidak jelas identitasnya dan mengoperasikannya bersamaan. Dan hasilnya satu orang bisa memerankan banyak karakter dalam akun media social tersebut.

Media social adalah media berkomunikasi dan berinteraksi, dalam hal tersebut kemudian menjadi masalah pelik dan terkadang menggelisahkan yaitu ketika akun asli harus berhadapan dengan akun anonym kemudian mereka bebas menuangkan ide atau gagasan mereka yang semua orang bisa mengikutinya. Coba anda membayangkan diri anda berkomunikasi dengan orang lain tetapi anda sendiri tidak tahu identitas orang ini sebenarnya.

Dalam teori komunikasi kondisi tersebut dijelaskan akan menimbulkan distorsi dan kemubadiran komunikasi, karena dalam berkomunikasi factor persepsi adalah factor kunci dari bisa tidaknya data yang dikomunikasikan tersebut bisa dipergunakan, sedangkan persepsi disamping dipengaruhi oleh identitas antara pihak yang berkomunikasi juga membutuhkan perangkat pengalaman dan pengetahuan yang subjektif, artinya komunikasi yang akan menghasilkan sesuatu yang objektif antara pengirim dan penerima pada dasarnya adalah sebuah proses subjektifitas dari pengirim dan diterima subjektif juga oleh penerima.

Kata atau istilah komunikasi (Bahasa Inggris communication) berasal dari bahasa Latin communicates atau communication atau cummunicare yang berarti berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan demikian, kata komunikasi menurut kamus bahasa mengacu pada suatu upaya yang bertujuan untuk mencapai kebersamaan.

Dalam media social di internet jenis komunikasi horizontal memungkinkan komunikasi dilakukan antara komunikator dan komunikan yang mempunyai kedudukan sejajar dalam mengolah dan menggunakan data yang dibagikan.

Dengan adanya fonemena akun anonym dimedia social, dalam hal ini sebatas pencarian saya belum ada yang mengkaji dan bisa dijadikan refrensi guna menjelaskan sebenarnya jenis komunikasi yang model begini ini bisa diklasifikasikan dan dikategorikan dalam model komunikasi yang bagaimana, sejauh mana dampaknya bagi yang berkomunikasi, kemudian dampaknya bagi perkembangan sosial masyarakat dan hubungan antar warga satu dengan yang lainnya.

Dalam KBBI kata anonym bisa diartikan sebagai yang tidak beridentitas, sedangkan identitas diartikan sebagai ciri-ciri atau keadaaan khusus seseorang. Lalu sekarang makhluk apa yang tidak berciri. Yang tidak berciri itu hanya setan atau makhluk halus, jadi kesimpulannya anonym bisa dimaksudkan sebagai SETAN. Dalam KBBI kata SETAN sendiri diartikan sebagai roh yang selalu menggoda manusia untuk supaya berbuat jahat.

Karena didalam komunikasi ada 4 fungsi yaitu :
a. Menyampaikan informasi (to inform)
b. Mendidik (to educate)
c. Menghibur (to entertain)
d. Mempengaruhi (to influence)
jadi pas sudah keberadaan akun anonym didunia maya.

Yogyakarta, 02.06.2013
Terimakasih kepada pihak-pihak yang saya copy paste tulisannya.